Bulukan tapi Berguna

Teman-teman yang gemar membaca…tentu teman-teman senang kan pergi ke toko2 buku,macam gramedia,togamas,trimedia,kharisma,dll..? saya yakin senang.
dan….apakah teman-teman jg suka berburu buku,novel,komik,atau majalah di kios-kios buku bekas??? mungkin iya,mungkin jg tidak.
kalau saya…..suka sekali…
Ya,hunting bacaan bekas bagi saya amat menyenangkan…alasannya apalagi kalau bukan karna harganya yg jauuuhhh lebih murah (hehe).

Kalau di Surabaya, biasanya acara perburuan dilakukan di jalan semarang. disana banyak sekali kios-kios atao los-los pedagang buku bekas. Memang sih dari segi kenyamanan ya tidak bisa dibandingkan dg toko buku. Panas,sempit,berisik,juga harus rela bersimbah peluh kala mengaduk-aduk koleksi dagangan buku bekasnya.  Apalagi kalau pengunjungnya sedang melimpah, wuaahhh rasanya kayak dipanggang di oven..hehe.. Tapiii…segala ketidakenakan itu rasanya langsung sirna kalau berhasil mendapatkan buku-buku bekas yg sangat menarik dg harga yg bersahabat banget :) .

Contohnya:
Novel agatha christie,di toko buku sekitar 25-30 ribu, kalo bekasnya cukup 5-7 ribu. (kata penjualnya sih yang nyari rada jarang)
komik tin-tin yang bagus dan lucu itu,di tobuk sekitar 35 rb,kalo bekasnya cukup 15 ribu. (ini rada mahalan karna klasik dan banyak bgt orang yg mencarinya)
Novel doraemon edisi lama yg legendaris itu,di tobuk sekitar 13 ribuan, di kios buku bekas cukup 3 ribu saja.
majalah-majalah film bekas,bisa ditebus dg harga 4-7 ribu per buah.
majalah-majalah wanita edisi lama, sekitar 2 ribu per buah.

Saya juga pernah dapat novelnya sophie kinsella “shopaholic and sister” dg harga 8 ribu saja..wahhh rasanya hepiii gitu..
Bicara masalah kondisi fisik buku…yahh jangan ditanya sih…sebagian besar buku2 itu memang rata2 sudah kumal,covernya ada lipatan2 di sana-sini,atau warna kertasnya agak2 coklat butek. namun….bagi saya itu bukan masalah….tinggal dibersihkan menggunakan tisu dan disampul….maka buku2 yg agak bulukan namun menggiurkan itu siap dibaca lagi…horeeee…..

O iya…. masih soal berburu bacaan bekas..
Ada satu hal yang perlu disiapkan kala berkunjung dan berniat mencari bacaan favorit di tukang buku bekas…. yaitu…kemampuan menawar.
Ya…beli buku bekas memang bisa ditawar. semakin kita ngeyel atau bisa sedikit “merayu” penjualnya,semakin rendah harga yg harus kita bayar.
soal menawar,saya termasuk yang paling payah kemampuannya….untungnya…ada suami saya…. dia jauh lebih jago nawar….hehe…untungnya dia juga suka berburu kayak saya.. :) …makasih ya hubby, engkau memang penawar berbakat…
Saya jg mau ngaku dosa nih…. terus terang saya rajin juga membeli buku-buku populer versi imitasi….alias..bajakan.
satu kenikmatan tersendiri (gubrak!) bisa mendapatkan buku2 yang sedang digemari banyak orang dengan harga “spesial”.. contoh lagi ya… novel “da vinci code” aspal bisa dimiliki dg 25 ribu saja (normalnya di tobuk saat itu sekitar 75rb), novel “red dragon” aspal nya thomas harris bisa dibawa pulang cukup dg 20 ribu (aslinya sih 80rb gitu)…waahh…asikk deh…terimakasih yang banyak buat para imitator…you’ve helped a poor reader like me…
Buat penerbit…saya minta maaf ya… habis…mana mungkin kantong saya yang pas-pasan bisa menebusnya…mahal…

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Si Bandel

Selepas subuh ketika suasana pagi msh sepi, tiba2 sy dengar suara kucing melolong-lolong dg ributnya. eongannya nyaring dan terus-menerus. kayaknya kok suara itu datangnya dari atas atap rumah saya ya. spontan saya cepat2 keluar dan mendongakkan kepala ke arah atap. ya ampuunn…ternyata itu salah satu kucing saya yg dg sukses naik ke atap!! ggrrrr,kucing saya yg satu itu memang bandel. kucing cewek berambut dasar putih dg sedikit belang hitam mirip batik di sekitar kepala dan perut bagian samping. sdh bbrp kali saya dibuat repot sama si mphuz yg satu ini. walau bgitu,entah kenapa saya paling sayang sama meong yang ini.mgkn karna dia peliharaan yg pertama.
oya, back to the earlier incident…mulanya saya cuekin aja lolongannya. saya pikir, kalau sdh berani naik ke atas knp turunnya tidak berani. paling nanti jg bisa turun sendiri. dasar bandel.  hehe.
tapi selang satu jam kemudian saya mulai terganggu. eongannya makin menjadi-jadi,sepertinya si mphuz minta tolong saya buat diturunkan. duh, uaranya nyaring bgt sih, smp rasanya menggema di sepanjang gang yg msh sepi.  karna kasihan dan kuatir tetangga jd terganggu, akhirnya saya putuskan menolong si bandel.  saya ambil tangga yg berat itu…dg berdebar-debar campur takut jatuh (saya paling ga bisa kalo naik tangga yg tinggi bgt,rasanya kaki langsung dingin dan brkeringat..ughh i hate stairs..), saya naiki tangga itu ke arah si mphuz yg gelisah dan msh mengeang-ngeong tak karuan.  saya cengkeram badan si mphuz dan menurunkannya pelan2 ke bawah….fuihhh…waktu turun ke bawah jg rasanya deg2an…takut jempol kaki saya nyasar kemana gitu..
finally……i’ve rescued my caaattt!!!…i feel that i am a superhero..!!!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Setelah Nonton “Sang Pemimpi”

setelah menonton “sang pemimpi”,saya terkesan dengan tiga hal.
1. penampilan ariel peterpan (nazriel irham) sbg arai yg cukup mengejutkan. walau kemunculannya relatif singkat,menurut saya aktingnya sbg arai cukup natural. saya lihat ariel benar2 menjadi sosok yg lain di film itu. salut! baru juga saya sadari,ternyata pemilihan ariel sbg arai tidaklah salah.selain karna aktingnya yg tdk bisa dikatakan buruk,secara kebetulan garis wajah ariel cocok dg pemeran arai remaja (randy). saya (sangat) berharap,nazriel irham akan meneruskan perannya di “edensor”.
2. suara pemeran arai (randy) yg sangat bagus bagi saya. randy bisa menyanyikan lagu “fatwa pujangga” dg pas,baik warna suara maupun ekspresi wajah dan tubuhnya. tanpa terasa, beberapa bulir airmata sempat menetes ketika melihat adegan arai menyanyikan lagu melayu itu di depan rumah zakiah nurmala. randy berhasil membawakan perannya sbg arai yg dikisahkan jatuh cinta pd zakiah.
3. memorable quote:
“ayahku ayah juara satu di seluruh dunia”
sepertinya film ini jg didedikasikan untuk semua ayah “pejuang” di indonesia.
pendapat saya tadi tentunya subyektif. saya tidak tau bagaimana menurut penonton yg lain,apakah mereka kurang lebih memperoleh kesan yg sama atau tidak.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dapat Pencerahan di Depot Mie

Kira-kira tiga hari yang lalu, saya beli pangsit di depot yang tak jauh dari rumah. Sambil menunggu pangsitnya matang, saya pun baca-baca majalah wanita yang dengan baik hatinya disediakan sama Bapak penjual pangsit. Di tengah-tengah membaca, tiba-tiba saya tertarik sama salah satu rubrik kisah nyata di majalah itu, yang temanya tentang ketegaran dan keikhlasan seorang suami dlm merawat istrinya yang sakit parah.

Di rubrik itu, diceritakan bahwa istri si suami menderita penyakit Lupus. Penyakitnya cukup parah, sampai-sampai si istri depresi dan hampir kehilangan gairah hidup. Yang saya kagumi, sang suami bisa mengerti keadaan si istri, bersedia merawatnya, dan menyadari keterbatasan2 istri, termasuk keterbatasan dalam melakukan hubungan suami istri. Si istri bahkan menawarkan pada suaminya untuk menikah lagi, tapi si suami menolaknya. Dia tidak tega dan tidak terbersit secuil pun pikiran di benaknya buat mencari pengganti istrinya. Istrinya sudah cukup menderita, katanya. Wah, menurut saya, si suami mulia betul hatinya. Ada satu kalimat yang diucapkan sang suami menyikapi penyakit istrinya, yang membuat saya terkesan. ” Sakitnya istri saya ini ada hikmahnya. Tandanya Allah masih menyayangi keluarga saya. Seandainya istri saya tidak diberi sakit, mungkin saja saat ini yang saya pikirkan hanya bagaimana cara memperoleh materi dan kedudukan. Sakitnya istri saya malah merekatkan kembali keluarga saya.” Pernyataan itu membuat saya terkesima. Si suami dalam rubrik kisah nyata yg saya baca itu, pekerjaannya adalah sebagai direktur utama sebuah perusahaan investasi di jakarta (yang saya yakin, sehari-harinya pasti memikirkan dan bersinggungan dengan uang dan uang). Namun, Beliau mampu berpikir secara bijaksana seperti itu. Memang tanpa disadari, zaman sekarang ini, kebanyakan pikiran kita dipenuhi dengan materi. materi, dan materi. Rubrik tadi rasanya bisa menjadi pencerahan bagi zaman yang semakin aneh ini.

Setelah membacanya, saya jadi tertarik untuk mencari profil sang suami dalam majalah itu via internet. Saya terkesan dengan apa yang Beliau kisahkan di majalah itu. Sayangnya, setelah 3 hari berlalu sejak saya makan pangsit, saya agak lupa nama si suami tadi. Mungkin saya harus kembali lagi ke depot itu buat makan pangsit lagi, dan pinjam majalahnya… :) ..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Run..Cat..Run..

Heran…kok ada ya orang yang tega ngiket kucing. Aku sebagai pecinta kucing sangat tersinggung melihatnya. Kenapa sih, kucing itu kok gak dibiarkan bebas bergerak aja. Kan kasian tuh. Gimana coba kalo misalkan tu kucing lagi birahi…tentu ikatan itu menyulitkan ruang gerak dia buat menyalurkan hasratnya yang sudah digariskan Yang Kuasa. Apa ya tujuan pemiliknya ngiket itu kucing?…. takut kehilangan apa punya gejala psikopat..?…hehe..abisnya aku jengkel banget. Gimana kalo si pengikat kucing itu dihukum dengan cara diikat juga lehernya, terus ditambatkan di tiang kayu…pasti si pelaku gak mau kan… Kalo takut kehilangan, mbok ya jangan gitu caranya. Biar bagaimana, kucing kan punya memori yang kuat.. Sekali saja dia dikasih makan atau disayangi, pastilah dia akan kembali lagi ke tempat dia dikasih makan.

Kemarin siang aku cukup kaget melihat ada seekor kucing betina diikat lehernya pake tali rafia, lalu ditambatkan di sebuah tiang kayu. Sebetulnya sudah kira-kira satu minggu ini aku melihat kucing itu diikat di tempat yang sama. Kebetulan di sebelah tempat kucing itu diikat, ada penjual soto ama penjual nasi goreng. Aku gak tau, kira-kira yang mana dari dua pedagang itu yang ngiket si kucing. Kasian banget kucingnya. Kelihatannya stress dalam posisi tidak leluasa begitu. Wajahnya tampak kuyu dan sedih. Yang kasian lagi, persis di sebelah kucing itu ada tumpukan sampah. Kayaknya sih sampah-sampah yang asalnya dari dua orang penjual itu sengaja ditumpuk atau dibuang di dekat tempat si kucing meringkuk. Duh, alangkah tidak nyamannya nasib si kucing malang…

Lalu timbul rencana di batinku……nanti malem sekitar jam 12 mitnait, dimana tempat itu udah sepi dan gak ada yang merhatiin, aku akan datang lagi ke tempat itu, buat membebaskan si kucing… Akhirnya jam 12 tengah malam pun tiba. Dengan berbekal sebuah gunting kecil, aku datang lagi ke tempat si kucing yang merana itu…..aku dekati tali rafia yang mengikat lehernya dan dihubungkan ke tiang kayu….lalu…..cekriss..cekriss….bebaslah si kucing dari ikatannya… Alhamdulillah….! Untungnya, dia cuman diiket pake tali rafia. Seandainya pake rantai besi, tentu sulit bagiku membebaskannya…

Rasanya aku turut bahagia melihat si kucing yang kemudian berlari kecil meninggalkan “sel penjaranya”… Teruslah berlari, kucing yang manis…. kamu berhak untuk bebas bergerak, bermain bersama teman-temanmu di luar sana….

Setelah ini, aku jadi punya cita-cita baru, yaitu ingin membebaskan kucing-kucing yang diikat di jalan-jalan…hehe…. setelah ini, rasanya aku harus bawa-bawa gunting dan tang kemanapun pergi. Jaga-jaga kalo tiba-tiba di jalan ketemu kucing yang diikat dengan semena-mena sama oknum-oknum tertentu…..he..he…

Posted in Uncategorized | Leave a comment

P3K buat mphuz-mphuz

Hari ini rasanya letih bgt.mana ujannya ga menentu lg. Smp2 aku ga sempet beli makanan buat kucing2. Kasian bgt mereka,kelaperan,nangis2. Aq jd bingung. Mau dikasih apa ya mereka,scr makanan mereka lg abis bis. Iseng2, aku beli mie tek2 yg lwt dpan rmh. Q pikir kali2 aja si mphuz pada doyan dikasih mie. Kan ada ayamnya. Paling tdk mie nya jg ikut beraroma amis ayam kan. Trus timbul lg ide mencmpurkn mie tek2 i2 ama chitato. Kyknya campuran yg unik tuh hehe.. Kali aja mau. Kalo mereka ga mau,yah hitung2 cm rugi 6rb buat beli mie nya. Kubuat deh ramuan mie goreng cmpur chitato (yg sblmnya diremes dl smp rada ancur),kutaro di kertas pembungkus,trus kulemparkan ke kucing2..trnyata…mereka mau! Horee..ga nyangka mereka doyan mie campur gtu. Saking lapernya kali. Kasian.. Mphuz-mphuz ku sayang..besok makanan yg ‘normal’ buat kalian pasti dah tersedia..maafkan ‘mama’ ya,hr ini ga smpet beli makanan kalian..
Kalo gitu,kpn2 kl situasinya kyk gini lg,mending beli mie tek2 ah.. Lumayan buat p3k (pertolongan pertama pd kelaparan)nya puz puz ku tercinta..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Wina-ku kembali

Senin pg pas subuh2, kucing kesayanganku si lydwina tiba2 aja menghilang. duh,sedih bgt deh.dia udh jd bag.dr keluarga.mana yg paling cantik lg..aq udh keliyengan nyari dia kemana2,ttp ga ada.nanya2 tetangga kanan kiri atas bawah,ttp nihil. Aq cm bs pasrah,smg wina ga ketabrak motor,ga diambil ma org yg psycho ato smcmnya..pasrah deh..aku trpksa siap kl wina ga akn kmbali lagi.hiks. Soalnya 3 bln lalu,kucing q yg lain,si becca (sodara kembar si wina)jg ilang. Tp trnyataa..dini hari tadi,jam 2 mlm,si wina brhasil pulang dg selamaaatt..! Horeee..! Trimakasih Tuhan.. Bsok aq ksh makan 3x lbh bnyk dr jatah hariannya.. Hehe.. Wah,mgkn rada lebay..kehilangan kcg serasa kehilangan anak..sedih bgt,kepikiran bgt..tp emang kyk gtu sih. Apa kucing2 dipasangin GPS aja ya biar gmpng nyarinya..haha..

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ngemall

Setiap melewati berbagai mall yang sekarang jumlahnya meningkat pesat di Surabaya, ingatan saya langsung melompat ke masa-masa muda saya dulu, usia 19-24 taunan….

Boleh dikata saya termasuk penggemar berat mall. Hampir setiap akhir pekan, atau minimal 2 minggu sekali, saya pasti berangkat jalan-jalan ke mall dengan mood yang membludak buat melihat-lihat barang, atau sekedar cari pernak-pernik. Di masa itu,  saya sangat betah berlama-lama di mall. minimal 5 jam saya di sana, keliling-keliling, masuk satu toko ke toko lainnya, mencobai baju-baju bagus dan lucu, menyentuh apa saja yang bagi saya menarik, melihat-lihat poster film…wahhh..pokoknya saya dulu sangat suka muter-muter di mall….kebanyakan tanpa ada niatan untuk membeli. :) .  Saya sudah cukup puas hanya dengan melihat-lihat saja, atau sekedar menyentuh.

Dulu saya juga tidak keberatan jalan ke mall sendirian. Kalau tidak ada teman yang bisa diajak jalan bareng, saya ya tetap saja pergi…the show must go on.

Jadi ya sering juga menelusuri mall tanpa ada partner yg bs diajak ngerumpi bareng atau yg bisa digandeng tangannya. Bagi saya itu tidak jadi masalah, pokoknya batin yg sudah sakaw ngajak ngemall ini bisa terpuaskan.

banyak juga kelakuan saya yg mungkin menyebalkan bagi mbak_mbak pramuniaga. Saya pernah masuk ke sebuah toko fashion.  Saya cobai baju-baju indah yg ada di situ. Kira-kira ada tujuh potong baju mewah yg saya coba tanpa ada sedikitpun niatan untuk membeli. Saya katakan saja ke mbak penjaga kalau bajunya kekecilan atau kebesaran. Setelah puas mencoba dan mengucapkan terimakasih, melengganglah saya keluar begitu saja…hehe… Saya memang norak. Saya cuma ingin tahu, seperti apakah saya kalau memakai baju-baju yg sangat fashionable itu. Di lain kesempatan, saya kembali mencoba beberapa potong baju. Setelah itu saya keluar toko dengan satu pembelian berupa…..ikat rambut satu biji ..haha…lumayanlah, daripada tangan kosong.

Saya punya satu sahabat yang paling kompak kalau ngemall sama-sama… namanya Rien…. dia sahabat saya sewaktu SMA. kalau sedang jalan sama Rien, tujuan kami hampir pasti satu hal……belok ke gerai kosmetik luar negeri lalu minta di make-over. kami sengaja minta di make-over, supaya kosmetik yg bagus dan mahal itu bisa diaplikasikan ke wajah kami berdua (yang sering kumus-kumus) dengan gratis…tis..tis…hehehehe…itulah cara yang hemat supaya bisa cantik mendadak di mall. Norak ya?…Ah, biar… cuek.

Kalo sekarang….saya tidak lagi se-bersemangat dulu. Sekarang saya malas ke mall kalau tidak sedang ada perlu mencari sesuatu. Juga tidak lagi berjam-jam. Tiga jam saja rasanya kaki sudah mulai berteriak pegal. Pergi ke mall sendirian masih kerap saya lakukan, tapi…..rasanya kurang nyaman…ada rasa tidak enak kalau tak ada seorangpun di samping yang bisa diajak ngobrol misalnya. Yahhh..mungkin karna saya semakin tua..

Rien,

Kalau kamu baca tulisanku ini, semoga kamu masih ingat saat kita terbengong-bengong melihat hasil make-over kita yang ciamik itu….kita mendadak cantik ya,…..hahaha…..!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Richeese Kesayanganku

Hobi saya ngemil. Kalau sudah “berjodoh” dengan cemilan, saya bisa lupa diri, belum akan berhenti mengunyah ketika cemilan itu belum habis. Tidak heran, kalau saya tergolong gemuk alias rada big size :) … Saat ini, saya lagi suka banget ama cemilan yang berjudul “Richeese” dengan segala variannya. Tapi yang paling favorit bagi saya adalah “Richeese Nabati” dan “Richeese Ahhh”. Keduanya rasa keju. Entah kenapa saya lebih suka yang rasa keju daripada yang rasa coklat. Menurut lidah saya yang “bawel” ini, rasa kejunya produk “Richeese” jauh lebih “nendang” ketimbang yang rasa coklat. Hampir semua keponakan saya tergila-gila ama “Richeese” yang rasa keju. Kalo pas pergi ke supermarket, saya hampir ga pernah lupa nyomot si Richeese dan sering banget dititipi keponakan-keponakan saya (yang rata-rata masih usia SD itu).

Awalnya saya sempat memandang enteng sama si Richeese. Saya pikir, “Ah, masa sih jajanan anak kecil gitu rasanya enak?..paling-paling rasanya gitu-gitu doang.” Ternyata saya salah. Ketika ber-Lebaran di rumah Nenek tahun lalu, saya temukan juga dua pak Richeese Nabati rasa keju di samping beberapa macam kue kering khas Hari Raya. Dan sudah bisa diduga, semua cucu nenek saya hanya menyerbu Richeese. Jangankan yang anak kecil, orang-orang dewasanya (para ibu mereka) juga pada milih ngemil Richeese daripada ngulik kue-kue kering (udah jenuh juga kali).

Karna “sambutan”nya begitu “hangat”, saya pun ikut-ikutan nyobain ngemil juga. Gigitan pertama…krezzzz… wauuwww…renyaah..maniizz..asin juga tapi passs…cocok banget ma lidahku nih… langsung deh, saya merasakan kelezatan yang oke dari sang Richeese. Sejak saat itu, Richeese rasa keju jadi salah satu cemilan yang paling favorit. Kenapa saya bilang salah satu, karena sebetulnya cemilan favorit saya tuh banyak banget hehehe.. (makin ketahuan kalo overweight). Cemilan kegemaran saya yang nomer satu adalah the one and only…Chitato..!!!.. Kalau soal snek yang satu ini, rasanya tidak perlu saya jelaskan lagi gimana enaknya. Rasanya hampir semua pecinta cemilan di negara kita ini suka ama Chitato. Benar begitu?…

Kembali ke Richeese. Baru sekarang saya kepikiran untuk bertanya-tanya. Ada bahayanya gak ya kalo terus-terusan makan itu (pura-pura ga tau nih..sebetulnya apapun yang sifatnya berlebihan itu kan udah jelas ga baik ya *nah,tuh sadar* ). Iya sih, cuman..saya berharap si Richeese yang saya sayangi itu bukanlah snek yang mengandung melamin. Semoga..semoga Richeese gak mengandung melamin ya (wahai sesama penikmat Richeese dan segala variannya…mari kita berdoa bersama-sama..). Kalau sampai mengandung melamin (jangan sampai deh)…waahh..sudah berapa ratus miligram kira-kira melamin yang bersarang di tubuh saya..?… Sekali lagi saya berdoa banget, jangan sampai Richeese mengandung melamin dan zat-zat aneh dan perusak lainnya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Malam = damai

Saya lebih menyukai malam hari daripada siang hari. Saya merasa kehidupan di malam hari kok lebih cocok untuk saya. Yang saya rasakan, malam hari itu lebih tenang, dingin (gak panas karna sinar matahari udah ngumpet), terhindar dari “gangguan” dari luar, jauh dari kesan hirik-pikuk, n mau ngerjakan sesuatu juga jauh lebih konsen. Intinya, suasana damai itu seakan lebih banyak tersedia di malam hari.

Beda banget dengan siang hari. Terasa gerah, ribut, rame, banyak “gangguan”. Lebih gak nyaman lah pokoknya. Saya sering mengkhayal. pengen hidup di negara dimana siang hari-nya lebih pendek daripada malam hari-nya. Negara-negara mana sajakah itu..?..saya sendiri kurang tahu persis. :)  (tapi pasti ada kan).

Berhubung lebih suka malam, seringkali ritme hidup saya bagai kelelawar. Saya lumayan sering baru naik ke tempat tidur pada dini hari, sekitar pukul setengah dua atau jam 2. Bahkan saya juga pernah beberapa kali baru tidur selepas waktu subuh. Seandainya kedua orang tua saya masih ada, mereka tentu akan menegur keras ritme keseharian saya yang “kacau” itu. Untungnya (dan saya sangat bersyukur) suami saya juga memiliki kesukaan yang sama pada malam hari. Tapi gaya hidup tidur pada dini hari itu tentunya tidak akan kami lakukan tiap hari, dan kami juga berniat mengubahnya sedikit demi sedikit. Kami tentunya juga ingin punya jam tidur yang “normal”. Sayang juga sih sama kesehatan. Lagipula, setiap kali tidur dini hari, kepala pasti pusing bin pening waktu bangun keesokan harinya. Jadi..memang jauh lebih baik (kalau bisa) tidur di bawah jam 12 malam, lalu bangun pagi pukul 4 atau 5. Lebih sehat,bukan?… Semoga saya segera bisa melaksanakannya..

Posted in Uncategorized | 2 Comments